Karena banyaknya jenis alternatif dari produk minyak goreng di pasaran, terkadang kita akan bingung dan kewalahan disaat menentukan minyak goreng yang terbaik.

Berikut ini adalah tutorial untuk membedakan mana minyak goreng yang sehat dan tidak, ditambah dengan minyak goreng seperti apa yang patut Anda gunakan. Tetapi ini bukan hanya masalah memilih satu minyak goreng yang paling sehat, tetapi juga apakah makanan Anda akan tetap sehat sesudah dimasak menggunakan minyak tersebut.

3 jenis lemak yang terkandung dalam minyak goreng

Saat Anda memasak menggunakan panas tinggi, Anda tentu ingin menggunakan minyak yang stabil dan tidak mudah teroksidasi ataupun cepat beraroma tengik. Saat minyak mengalami oksidasi, mereka akan bereaksi dengan oksigen, menyusun radikal bebas dan senyawa membahayakan yang tentu tidak ingin Anda dapati dalam tubuh Anda.

Apa yang membuat minyak goreng digolongkan sebagai minyak sehat atau tidak tergantung dari jenis dan jumlah lemak yang terkandung di dalamnya. Minyak goreng sehat biasanya mempunyai kadar tinggi lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat), yang yaitu salah satu sumber lemak paling sehat dan dapat menolong menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Meski seperti itu, minyak goreng sehat juga bisa mengandung lemak tidak jenuh ganda, yang tergolong sehat dan bisa meningkatkan kesehatan jantung.

Lemak jenuh hanya mempunyai satu ikatan tunggal dalam molekul asam lemak, sementara lemak tidak jenuh tunggal mempunyai satu ikatan ganda, dan lemak tidak jenuh ganda mempunyai dua ikatan atau lebih. Ikatan ganda inilah yang dapat memberikan tanggapan kimia dan peka kepada panas, sehingga menyusun aldehida dan peroksida lipid ketika terpapar oleh temperatur panas yang amat tinggi. Mengkonsumsi atau menghirup aldehida dan peroksida lipid, bahkan dalam jumlah kecil, berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kanker.

Baca Juga: Jual Minyak Goreng

Sebagai ilustrasi, di bawah ini merupakan perbedaan antara minyak goreng yang mengandung 3 jenis lemak:

1. Lemak jenuh (saturated fat)

Contoh: mentega, lemak babi, margarin, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak safflower, minyak biji sawit

Ciri fisik: padat dalam kondisi temperatur ruangan

Makanan yang tinggi akan lemak jenuh sudah dihubungkan pada penyumbatan arteri, yang kemudian meningkatan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung. Sebagian jenis minyak goreng di atas mempunyai kadar lemak jenuh yang amat tinggi, malah melebihi sumber lemak jenuh dalam daging.

2. Lemak tidak jenuh ganda (polyunsaturated fat)

Contoh: minyak canola, minyak biji bunga sang surya, minyak kacang walnut

Ciri fisik: cair, bahkan saat disimpan dalam lemari pendingin

Berdasarkan penelitian Martin Grootveld dan regu dari Leicester School of Pharmacy dari De Montfort University di Leicester, minyak yang tinggi akan kandungan minyak tidak jenuh ganda, seperti minyak jagung dan minyak biji bunga matahari, menjadikan kadar tinggi aldehida. Walau seperti itu, Grootveld menegaskan bahwa kedua minyak ini tergolong aman untuk digunakan selama Anda tidak menempatkannya pada temperatur panas tinggi, contohnya ketika menggoreng atau memasak.

Saat digunakan dalam batas aman, lemak tidak jenuh ganda bisa menolong meningkatkan tingkat kolesterol darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. Istilah lain yang digunaan untuk membuktikan jenis tertentu dari lemak tidak jenuh ganda yaitu “Omega-6” dan “Omega-3”. Walaupun keduanya amat penting untuk kesehatan tubuh secara umum, omega-3 mempunyai tambahan manfaat bagi kesehatan jantung dan anti-peradangan.

3. Minyak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fat)

Contoh: minyak zaitun, minyak kacang

Ciri fisik: cair dalam temperatur ruangan tapi berubah semi-padat (keruh berawan) dalam lemari pendingin

Saat menggantikan lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal bisa menolong meningkatkan tingkat kolesterol darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. Minyak zaitun, yang mengandung sekitar 76% lemak tidak jenuh tunggal, merupakan unsur kunci dalam diet Mediterania, yang sudah rupanya secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung.

Sederhananya, minyak goreng yang sehat merupakan produk minyak yang mengandung lemak tidak jenuh ganda dan minyak tidak jenuh tunggal — seperti miyak zaitun dan canola — untuk meminimalisir risiko berbagai penyakit jantung. Jaga jumlah lemak jenuh yang Anda konsumsi sesedikit mungkin; Teliti label produk sebelum membeli untuk mengamati jenis lemak yang terkandung di dalamnya. Anda juga semestinya menghindari produk-produk berbahan dasar lemak trans dan minyak yang terhidrogenasi — dua jenis minyak yang jauh lebih buruk ketimbang lemak jenuh untuk kesehatan Anda.

Simak Juga: Supplier Minyak Goreng

5 Alternatif pilihan minyak goreng terbaik untuk kesehatan

Mulai alternatif pilihan minyak goreng Anda dengan minyak berbahan dasar nabati, seperti:

1. Minyak zaitun

Lemak tidak jenuh tunggal: 78%

Lemak tidak jenuh ganda: 8%

Lemak jenuh: 14%

Selain tinggi akan lemak tidak jenuh tunggal, minyak zaitun juga kaya antioksidan yang disebut polifenol, yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

Grootveld biasanya memberi rekomendasi minyak zaitun untuk menggoreng atau menumis, karena senyawa membahayakan aldehida yang diproduksi termasuk rendah dan lebih stabil ketika dipanaskan.

Walau seperti itu, banyak yang beranggapan bahwa minyak zaitun kurang cocok untuk digunakan ketika menggoreng deep-fry (memasak makanan dalam rendaman minyak yang banyak), karena mempunyai titik didih yang rendah.

2. Minyak Canola

Lemak tidak jenuh tunggal: 62%

Lemak tidak jenuh ganda: 31%

Lemak jenuh: 7%

Rasa netral dan titik asap tinggi membuat minyak kanola alternatif yang amat baik untuk panggangan dan tumisan. Sebagian besar minyak canola lewat teknik penyulingan rumit yang artinya minyak kanola tidak mempunyai antioksidan sebanyak minyak zaitun, tapi mempunyai umur hidup yang relatif lebih lama.

3. Minyak biji anggur (grapeseed)

Lemak tidak jenuh tunggal: 17%

Lemak tidak jenuh ganda: 73%

Lemak jenuh: 10%

Sama halnya seperti minyak zaitun, minyak biji anggur memproduksi jumlah senyawa aldehida yang lebih rendah ketimbang mentega atau minyak hewani. Minyak ini juga kaya akan asam lemak jenuh yang membuatnya lebih stabil ketika dipanaskan. Asam lemak jenuh dalam kandungan minyak goreng tidak akan membuat minyak tersebut mengalami oksidasi sama sekali.

Cek Juga: Grosir Minyak Goreng

4. Minyak kacang

Lemak tidak jenuh tunggal: 48%

Lemak tidak jenuh ganda: 34%

Lemak jenuh: 18%

Minyak kacang paling cocok digunakan untuk semua makanan yang dipanggang dan ditumis. Titik asap dari minyak kacang tergolong tinggi, membuatnya alternatif pilihan yang ideal untuk teknik memasak dalam panas tinggi. Minyak kacang mengandung phythosterol yang sehat untuk jantung, lemak nabati penting untuk menurunkan kolesterol dan menghalangi perkembangan kanker.

5. Minyak wijen

Lemak tidak jenuh tunggal: 41%

Lemak tidak jenuh ganda: 44%

Lemak jenuh: 15%

Minyak wijen terbukti mencegah diabetes, dan juga bisa meningkatkan plasma glukosa pada penderita diabetes hipersensitif. Selain itu, minyak wijen bisa menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes karena kandungan magnesiumnya yang tinggi. Minyak wijen juga berkaitan dengan penurunan kadar kolesterol, karena mengandung phythosterol yang menghalangi penyusunan kolesterol.

Minyak biji wijen juga bisa meningkatkan kesehatan jantung dengan mencegah lesi atherosclerotic dengan bantuan agen antioksidan dan anti-peradangan, yang disebut sebagai sesamol.

Disaat menggunakan minyak goreng untuk memasak, Grootveld memberi anjuran untuk meminimalisir porsi minyak yang Anda pakai, dan juga ambil langkah-langkah pemfilteran minyak dari makanan matang, seperti menyimpannya pada kertas tisu untuk mengabsorpsi minyak. Terakhir, selalu simpan produk minyak goreng dalam lemari tertutup dan kering, jauh dari cahaya matahari, dan coba untuk tidak mengunakan minyak untuk berkali-kali proses memasak. Ini dapat menyebabkan akumulasi efek buruk pada minyak goreng.

Kunjungi Juga: Agen Minyak Goreng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *