Menabung identik dengan yang namanya menaruh uang di bank. Nggak heran sih, dari kecil kita telah didoktrin untuk rajin menabung sebab adalah pangkal kekayaan. Dan juga kerap kali memberi bimbingan supaya uang jajan kita disisihkan beberapa untuk ditabung, sekiranya telah banyak dapat buat beli sepeda atau mainan.

Nggak ada yang salah, namun zaman kian berkembang dan popularitas juga berubah. Kini ini, banyak orang tidak lagi menabung dalam wujud uang, namun beralih ke emas sebagai wujud investasi. Bukan emas perhiasan lho, namun emas batangan. Jangan bayangkan emas yang dimaksud ialah yang ukurannya besar seperti di film-film. – https://www.lakuemas.com/harga

Menabung uang memang menerima bunga. Namun bunganya rupanya sangatlah kecil

Menabung uang di bank memang dijanjikan menerima bunga setiap bulannya. Namun tahukah kau bahwa bunga yang didapat rupanya sangatlah kecil. Berdasarkan data terkini di tahun 2017 ini saja, salah satu bank BUMN Indonesia memberikan bunga cuma sebesar 4,25 % pada tabungan deposito 1 juta s/d 50 juta rupiah. Tak berbeda jauh dengan sebagian bank swasta dengan jumlah bunga yang sama. Bila kau konsisten menganggap itu besar, bagaimana dengan nilainya pada 2 hingga 5 tahun akan datang? Apa skor sebesar itu akan konsisten sama besarnya dengan yang sedang terjadi ketika ini?

Kunjungi Juga : https://www.lakuemas.com/

Jawabannya tentu tak, sebab adanya efek inflasi rupiah yang setiap tahun justru kian naik

Gampangnya demikian ini, harga sebungkus mie instan tahun ini tak akan sama dengan harga mie instan tahun depan. Itu juga dengan harga makanan pokok lain seperti beras, tepung dan lain sebagainya. Belum lagi jasa cukur rambut atau ojek online yang juga dapat dipastikan akan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun dengan tabungan emas digital.

Teladan faktanya, sekiranya kau punya niatan untuk membeli rumah atau beribadah haji dan menabung uang di bank, rasa-rasanya akan memerlukan waktu yang lama untuk dapat terkumpul hingga pada budget yang diharapkan sebab akan berakibat kepada inflasi. Kenapa? Sebab harga rumah dan ONH senantiasa naik tiap-tiap tahun sementara deposito kita justru terus berkurang sebab inflasi jauh lebih besar dari bunga deposito.

Baca Juga : Jual Beli Emas Online

Jadi, dapat dibilang skor rupiah tidak ada apa-apanya dibanding harga emas yang cenderung naik dan tak tergoda oleh inflasi

Sebagai gambaran, jikalau pada tahun 1999 harga sebuah kendaraan beroda empat sekitar Rp. 229 juta rupiah dan sepadan dengan 2,7 kg emas yang ketika itu bernilai Rp. 85.000 per gram, bayangkan apa yang terjadi pada 10 tahun kemudian. Yap, di tahun 2009, harga emas ialah sebesar Rp. 350.000 per gram. Kalikan saja dengan 2,7 kg emas yang dipunyai. Alhasil menjadi sekitar Rp. 945 juta atau hampir 1 milyar! Tidak berarti kita dapat membeli 2 kendaraan beroda empat padahal harga kendaraan beroda empat hal yang demikian telah naik menjadi Rp 390 juta.

Investasi memang banyak wujudnya, namun emas dapat dibilang paling menguntungkan sebab bebas pajak dan gampang dicairkan

Tak seperti tanah atau bangunan yang telah pasti dikenakan pajak, emas batangan rupanya bebas dari pajak, lho. Bukan berarti kemudian tak ada untungnya untuk investasi dalam wujud lain. Sebab tanah maupun properti lain juga menjadi wujud investasi yang tidak keok menjanjikan. Namun, konsisten saja dari segi likuiditas (gampang dicairkan), emas terang lebih oke dibanding wujud investasi lainnya. Bila memang sedang ada keperluan mendesak, kau dapat mencairkan emas sebanyak yang diperlukan. Membelinya malahan dapat diangsur dari ukuran emas paling kecil.

Nah, jikalau kau juga berniat membeli tanah, ruko, apartemen atau wujud properti lainnya, tabung dahulu uangnya dalam wujud emas. Kalau tahu ‘kan sekiranya nilainya tidak akan turun. Tetapi skor emas sedang naik, dapat kemudian ditukar dengan uang untuk dibelikan tanah. Harga Jual Beli Emas Hari Ini

Keputusan akhir konsisten ada di tanganmu. , investasi dialamatkan bukan untuk keperluan rentang pendek, namun menjadi simpanan untuk rentang panjang.

Artikel Lainnya : Furniture Yang Tidak Perlu DI Rumah Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *